[PLEASE READ THIS] Ini pengalaman pribadi waktu aku bekerja di English First sebagai English Teacher tahun 2014-2016. Tahun 2016 aku resign dan diterima di OJK. Ok? Bye.
Semua berawal ketika aku masih aktif di dunia Twitter. Kebetulan sejak memutuskan untuk konsentrasi di Surabaya supaya lebih mudah daftar pekerjaan, aku mulai mengikuti akun Twitter Event Surabaya https://twitter.com/eventsurabaya. Sewaktu sedang scrolling timeline, aku menemukan satu tweet yang isinya mengenai lowongan pekerjaan di English First Surabaya. Disitu terdapat 2 jenis pekerjaan, yang pertama sebagai staf dan yang kedua sebagai tenaga pengajar. Aku pikir, tidak ada salahnya dicoba. Toh kebetulan juga kebetulan aku punya sertifikat IELTS dan TOEFL iBT yang masih berlaku. Capek juga jadi pengangguran lama-lama hehehe... Setelah melengkapi surat lamaran, aku pun mengirim dokumen yang dibutuhkan melalui email.
Seminggu kemudian, aku mendapat telepon yang menyatakan bahwa pihak HRD tertarik dengan lamaran yang aku kirimkan. Tapi beliau tidak paham mengenai jenis pekerjaan yang aku lamar. Mulanya, aku mengatakan cukup menjadi staf saja (front officer). Tapi beliau menyarankan untuk mencoba menjadi guru, karena kebetulan sedang banyak lowongan. Akhirnya, aku pun mengatakan iya.
Besoknya, aku datang ke EF Center di Surabaya yaitu di Delta Plaza. Disana, aku mengerjakan tes tertulis. Isinya ada reading, grammar, dan writing. Kami diberi waktu satu jam untuk menyelesaikannya. Setelah itu, kami disuruh menunggu karena ternyata hasilnya akan segera diumumkan. Tak kusangka, ternyata aku lolos dan besok aku harus datang ke tempat ini lagi untuk melakukan wawancara.
Keesokan harinya, aku datang untuk diwawancarai. Ternyata sudah ada 2 pihak HRD yang menunggu di ruangan. Mereka menanyakan hal-hal standar seputar komitmen untuk bekerja karena latar belakang sarjanaku yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan sastra Inggris/bahasa lainnya, apalagi pendidikan. Wawancara berlangsung sangat santai dan nyaman. Mereka mengatakan bahwa hasilnya akan disampaikan melalui telepon. Aku sudah berpikir bahwa sepertinya aku tidak akan diterima karena latar belakangku.
Ternyata, seminggu kemudian, aku mendapat telepon bahwa aku lolos ke wawancara selanjutnya. Pada hari H, aku datang terlambat, tapi syukurlah masih diterima dengan baik. Wawancara kali ini berlangsung dengan nyaman, bahkan lebih menyenangkan daripada sesi sebelumnya. Waktu wawancara kurang lebih 45 menit-an.
Satu minggu kemudian, aku mendapat telepon bahwa aku berhak mengikuti Teacher Training. Jadi, sebelum bekerja sebagai guru, orang-orang yang lolos wawancara diharuskan untuk mengikuti pelatihan mengenai cara pengajaran di EF. Alhamdulillah, setelah berkali-kali gagal mendaftar pekerjaan, khususnya di sesi wawancara, akhirnya aku dapat kerja juga meski benar-benar berbeda dengan nature-ku sebagai software engineer hehehe...
Pelatihan yang aku dapat berlangsung selama hampir tiga minggu. Materi yang disampaikan benar-benar tidak bisa masuk ke otakku. Karena aku harus melakukan adaptasi besar-besaran terhadap cara berpikir dan perspektif. Whew, ternyata menjadi guru sama sekali bukan pekerjaan yang bisa diremehkan. Semenjadi jadi guru di EF, aku semakin menghargai dan bisa merasakan yang guru rasakan kalau ada murid yang nakal. Padahal waktu sekolah dulu, khususnya SMA, aku bandel banget hahahaha... Rasanya seperti mendapat karma.
Pengalaman selama 1,5 tahun bekerja di EF sangat, sangat berkesan dan menyenangkan! Meskipun awalnya kagok karena belum terbiasa berkomunikasi dengan bule (baca: cultural shock), tapi akhirnya aku bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, bahkan Afrika Selatan. Meskipun belum lolos seleksi beasiswa LPDP, tapi alhamdulillah bisa mendapat teman-teman, wawasan, dan pengalaman baru.
Buat lulusan Sastra Inggris atau pendidikan Bahasa Inggris, boleh banget tuh coba daftar menjadi guru EF, karena lembaga ini selalu butuh banyak guru. Tidak sedikit juga jebolan guru EF dapat beasiswa studi lanjut dari lembaga-lembaga penyedia beasiswa dari luar negeri. Good luck!
