Akibat terlalu lama menganggur dan memenuhi rasa penasaran, akhirnya aku menaruh lamaran di Pizza Hut. Sebagai apa? Ya sebagai waitress lah. Daripada bengong tidak jelas di kosan dan sibuk menghabiskan uang yang tidak bertambah banyak, lebih baik melakukan sesuatu yang menghasilkan uang. Buat mahasiswa perantauan yang bosan menghabiskan hari Sabtu dan Minggu, opsi ini boleh dicoba.
1) Jadi, pada dasarnya semua cabang Pizza Hut pasti selalu membutuhkan tenaga kerja waitress / koki. Siapkan lamaranmu yang berisi fotocopy KTP, surat lamaran, biodata, dan ijasah terakhir. Serahkan berkas lamaran tersebut ke restaurant Pizza Hut terdekat.
2) Kurang lebih satu minggu setelah menyerahkan lamaran, aku mendapat panggilan untuk tes ke salah satu cabang PH. Disana, sudah ada banyak orang yang mengantri untuk masuk.
3) Tes pertama, cek tinggi badan. Tinggi minimal untuk cewek kalau tidak salah ingat sih, 158 cm. Sedangkan untuk cowok, minimal 160 cm. Bagi yang tidak lolos syarat tinggi badan, langsung di cut dan tidak diperkenankan untuk ikut tes tahap selanjutnya. Aku teringat kata salah seorang asssessor nya, "Bagi yang tinggi badannya kurang, silahkan meninggikan badan terlebih dahulu". Oke fix, itu aneh banget bagiku.
4) Setelah itu, kami semua dikumpulkan di satu ruangan dan langsung dibagikan kertas yang berisi beberapa puluh pertanyaan. Tes psikotes begitu lah. Intinya sih, mencari yang karakternya sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ada.
5) Kira-kira 15-20 menit kemudian, hasilnya diumumkan dan aku lolos lagi ke tahap berikutnya. Tes ketiga adalah role play. Jadi, dua assessor akan memberikan contoh cara melayani tamu. Kemudian, kita disuruh untuk menirukan mereka. Waktu itu tersisa dua kelompok, ada yang menjadi waitress, tamu, dan pencatat menu.
6) Setelah dua kelompok selesai role play, akhirnya diumumkan lah siapa saja yang mendapat pekerjaan. Tadaaa lolos lagi.
Setelah itu, kami berenam (kalau tidak salah), mengikuti pelatihan menjadi waitress selama lima hari. Hari pertama, para wanita diajarkan untuk berdandan. Selain itu, diajari juga cara melayani tamu yang baik, menghafalkan alat-alat makanan dan minuman, serta jenis-jenis menunya. Selama pelatihan itu, kami dapat konsumsi makanan Pizza Hut, tapi bukan seperti yang ada di menu. Kan beda kelas wkwkwk..
Hari terakhir, ada tes tulis yang pertanyaannya cuma sepuluh (kalau tidak salah). Setelah tes tulis tersebut, diumumkan lah penempatan Pizza Hut mana untuk kami.
Soal remunerasi, lumayan lah untuk ukuran lulusan SMA. Karena karir dimulai sebagai part timer, per hari (tahun 2014) itu Rp Rp 70.000/Rp 80.000 (lupa), sudah dapat makan siang. Itu belum termasuk bonusnya, apalagi kalau restaurant sedang ramai-ramainya. Total waktu itu aku kerja selama 6 atau 7 hari, tapi yang aku dapat Rp 700.000-an.
Jam kerja 8 jam sehari, ada istirahat juga 1 jam. Dulu aku sebagai part timer, mulai kerja jam 12 siang. Trus seragam nanti juga dapat dari Pizza Hut.
Kalau mendapat promosinya menjadi full timer, maka remunerasi (tahun 2014) kalau tidak salah Rp 3.000.000. Dapat asuransi kesehatan, beasiswa untuk anak, dan lain-lain. Kesejahteraannya lumayan banget sih kalau menurutku. Banyak juga yang mengumpulkan biaya kuliah dengan bekerja di PH terlebih dahulu, kurang lebih satu tahun, sudah bisa membiayai pendidikannya sendiri. Salut dengan orang-orang pekerja keras seperti mereka.
1) Jadi, pada dasarnya semua cabang Pizza Hut pasti selalu membutuhkan tenaga kerja waitress / koki. Siapkan lamaranmu yang berisi fotocopy KTP, surat lamaran, biodata, dan ijasah terakhir. Serahkan berkas lamaran tersebut ke restaurant Pizza Hut terdekat.
2) Kurang lebih satu minggu setelah menyerahkan lamaran, aku mendapat panggilan untuk tes ke salah satu cabang PH. Disana, sudah ada banyak orang yang mengantri untuk masuk.
3) Tes pertama, cek tinggi badan. Tinggi minimal untuk cewek kalau tidak salah ingat sih, 158 cm. Sedangkan untuk cowok, minimal 160 cm. Bagi yang tidak lolos syarat tinggi badan, langsung di cut dan tidak diperkenankan untuk ikut tes tahap selanjutnya. Aku teringat kata salah seorang asssessor nya, "Bagi yang tinggi badannya kurang, silahkan meninggikan badan terlebih dahulu". Oke fix, itu aneh banget bagiku.
4) Setelah itu, kami semua dikumpulkan di satu ruangan dan langsung dibagikan kertas yang berisi beberapa puluh pertanyaan. Tes psikotes begitu lah. Intinya sih, mencari yang karakternya sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ada.
5) Kira-kira 15-20 menit kemudian, hasilnya diumumkan dan aku lolos lagi ke tahap berikutnya. Tes ketiga adalah role play. Jadi, dua assessor akan memberikan contoh cara melayani tamu. Kemudian, kita disuruh untuk menirukan mereka. Waktu itu tersisa dua kelompok, ada yang menjadi waitress, tamu, dan pencatat menu.
6) Setelah dua kelompok selesai role play, akhirnya diumumkan lah siapa saja yang mendapat pekerjaan. Tadaaa lolos lagi.
Setelah itu, kami berenam (kalau tidak salah), mengikuti pelatihan menjadi waitress selama lima hari. Hari pertama, para wanita diajarkan untuk berdandan. Selain itu, diajari juga cara melayani tamu yang baik, menghafalkan alat-alat makanan dan minuman, serta jenis-jenis menunya. Selama pelatihan itu, kami dapat konsumsi makanan Pizza Hut, tapi bukan seperti yang ada di menu. Kan beda kelas wkwkwk..
Hari terakhir, ada tes tulis yang pertanyaannya cuma sepuluh (kalau tidak salah). Setelah tes tulis tersebut, diumumkan lah penempatan Pizza Hut mana untuk kami.
Soal remunerasi, lumayan lah untuk ukuran lulusan SMA. Karena karir dimulai sebagai part timer, per hari (tahun 2014) itu Rp Rp 70.000/Rp 80.000 (lupa), sudah dapat makan siang. Itu belum termasuk bonusnya, apalagi kalau restaurant sedang ramai-ramainya. Total waktu itu aku kerja selama 6 atau 7 hari, tapi yang aku dapat Rp 700.000-an.
Jam kerja 8 jam sehari, ada istirahat juga 1 jam. Dulu aku sebagai part timer, mulai kerja jam 12 siang. Trus seragam nanti juga dapat dari Pizza Hut.
Kalau mendapat promosinya menjadi full timer, maka remunerasi (tahun 2014) kalau tidak salah Rp 3.000.000. Dapat asuransi kesehatan, beasiswa untuk anak, dan lain-lain. Kesejahteraannya lumayan banget sih kalau menurutku. Banyak juga yang mengumpulkan biaya kuliah dengan bekerja di PH terlebih dahulu, kurang lebih satu tahun, sudah bisa membiayai pendidikannya sendiri. Salut dengan orang-orang pekerja keras seperti mereka.








